Feb 28

Gubeng Ambles, Asuransi?

Tags:


(sumber : https://jatimnow.com)

Kronologi:

Seorang warga mendengar dentuman keras dan ada suara seperti bangunan yang rubuh sekitar pukul 21.30 WIB tanggal 18 desember 2018, lima menit kemudian dia melihat Jalan Raya Gubeng ambles sepanjang 20 meter hingga 50 meter dan kedalamannya kurang lebih 8 meter.
 
 
Analisa Dari Kontur Tanah Jalan Gubeng:
 

1. Getaran – Getaran kecil yang disebabkan oleh lalu lintas kendaraan di sekitar Jalan Gubeng, tidak secara langsung mengakibatkan tanah jadi longsor. Tetapi berproses, pertama jalan Gubeng yang sering dilewati kendaraan perlahan akan mengalami keretakan yang jika dibiarkan, lama-lama akan longsor. Sementara getaran besar yang langsung menyebabkan tanah longsor antara lain diakibatkan oleh bahan peledak atau gempa bumi.

2. Tingginya curah hujan – Curah hujan yang tinggi adalah salah satu penyebab terjadinya bencana longsor. Ketika musim kemarau panjang, tanah akan kering dan membentuk pori-pori tanah (rongga tanah) dan selanjutnya terjadi keretakan pada tanah tersebut. Apabila hujan datang, otomatis air hujan akan masuk ke dalam rongga tanah atau pori-pori tanah yang terbuka tadi. Air hujan yang telah memenuhi rongga, menyebabkan terjadinya pergeseran tanah. Yang akhirnya mengakibatkan longsor dan erosi tanah.

3. Kelebihan beban – Adanya beban yang terlampau berat akan memberi tekanan pada tanah, sehingga tanah mudah longsor. Contohnya adalah adanya rumah, pemukiman, kendaraan yang lalu lalang di tikungan jalan Gubeng.

4. Tanah tak padat – Tanah yang tidak padat contohnya adalah tanah liat. Sifat tanah yang pecah ketika pada pembagian musim seperti musim kemarau atau kering melanda dan lembek saat terkena curah hujan tinggi menyebabkan rawan mengalami longsor. Tanah yang kurang lebih ketebalannya 2,5 meter akan longsor jika terdapat pada kemiringan atau sudut 220 derajat.

5. Erosi – Erosi merupakan pengikisan tanah. Penyebabnya bermacam-macam, salah satunya adalah aliran sungai atau drainase kurang memadai yang terus mengikis tanah di sekelilingnya. Terlebih jika jalan itu tidak memiliki penahan misalnya berupa pepohonan, maka kemungkinan besar tanah pada jalan bisa longsor.

6. Adanya Pekerjaan Galian – untuk membuat bangunan tinggi perlu dibuat pondasi yang kuat untuk menahan beban
bangunan diatasnya, pekerjaan galian tanah yang dekat dengan jalan raya adalah rentan terhadap longsornya tanah tersebut.

 
 
Analisa Pekerjaan Galian Di pinggir Jalan Gubeng:
 
1. Soil test (test tanah) – Pengujian sondir merupakan salah satu pengujian penetrasi yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung tanah pada setiap lapisan serta mengetahui kedalaman lapisan pendukung yaitu lapisan tanah keras. Hal ini dimaksudkan agar dalam mendesain Pondasi yang akan digunakan sebagai penyokong kolom bangunan diatasnya memiliki faktor Keamanan (safety factor) yang tinggi sehingga bangunan diatasnya tetap kuat dan tidak mengalami penurunan atau settlement yang dapat membahayakan dari sisi keselamatan akan bangunan dan penghuni didalamnya.

2. Loading Test – adalah untuk mengetahuiapakah bagian struktur (yang diuji) masih kuat menahan beban kerja (working load) yang membebaninya atau tidak.Pada saat uji struktur diamati apakah perilakunya masih memenuhi Kriteria peraturan bangunan yang berlaku atau tidak, yang mana pada akhirnya
hasil dari uji ini dapat menjadi salah satu indikasi apakah struktur masih aman atau
tidak bagi penggunanya.

3. Pembuatan dinding penahan tanah – Dinding penahan tanah berfungsi untuk menyokong tanah serta mencegahnya dari bahaya kelongsoran. Baik akibat beban air hujan, berat tanah itu sendiri maupun akibat beban yang bekerja di atasnya. Gaya-gaya horizontal dan vertikal pada dinding akan menimbulkan tegangan pada tanah. Apabila tegangan yang timbul melebihi tegangan ijin tanah, maka akan terjadi penurunan tanah.

4. Dinding Penahan Tipe Turap (Sheet Pile), jenis konstruksi dinding penahan tipe turap merupakan jenis konstruksi yang banyak digunakan untuk menahan tekanan tanah aktif lateral tanah pada timbunan maupun untuk membendung air (coverdam). Jenis konstruksi tipe turap/sheet pile umumnya terbuat dari material beton pra tegang (Prestrees Concrete) baik berbentuk corrugate-flat maupun dari material baja. Konstruksi dinding penahan tipe sheet pile berbentuk ramping dengan mengandalkan tahanan jepit pada kedalaman tancapnya dan dapat pula dikombinasikan dengan sistem angkur/Anchord yang disesuaikan dengan hasil perancangan. Dalam pelaksanaannya kedalaman tancap sheet pile dapat mencapai elevasi sampai tanah keras.

Tanah
 
 
Indikasi Akan Terjadi Bencana Longsor atau Ambles:
 
1. Sehabis hujan, tampak retakan pada sekitar jalan
2. Kerikil berjatuhan, side pile terlihat kurang kokoh atau rapuh
3. Tiba-tiba timbul mata air baru
4. Genangan air saat musim hujan akan lenyap saat akan terjadi longsor
5. Side Pile tampak miring
6. Sekitar jalan yang mendadak ambles
 
 
Mitigasi Risiko:
 
1. Apakah kontraktor soil test, Kontraktor Pondasi, Kontraktor Struktur mempunyai pengalaman yang memadai untuk Melaksanakan Proyek tersebut.
2. Siapa Konsultan struktur, arsitek, pengawas dan Quantity surveyor
3. Kontraktor harus memeriksa setiap hari sisi kondisi sheet pile yang berdekatan dengan jalan raya, bangunan.
4. Jika terjadi indikasi akan terjadi bencana amblas seperti diatas, agar segera dibuatkan penahan sheet pile yang kokoh dengan balok besi Perlunya dilakukan risk assessment sebelum pekerjaan kontruksi dilakukan sehingga dapat dicegah dan diminimalisir terhadap kerugian yang akan ditanggung.
 
 
Hasil Analisa:
 
Pekerjaan pada tahap pertama pekerjaan struktur bangunan berupa galian besement pekerjaan ground achor dan pekerjaan struktur basement yang terdiri dari 4 lantai basement, 1 lantai ground floor, 9 lantai podium dan 14 lantai tower.

Pekerjaan yang telah dilakukan berupa penguatan soldier pile dan bor pile, penggalian dan pelaksanaan dewatering dan pemasangan ground anchor(menahan beban lateral dari timbunan tanah dibelakang dinding penahan tanah).

Proyek tersebut sempat beberapa kali perlambatan dan akhirnya dihentikan dan dilanjutkan kembali pada pertengahan Desember 2018.

Dari dua analisa tersebut diatas maka kami simpulkan bahwa amblesnya jalan Gubeng adalah penyebabya adanya pekerjaan galian didekat jalan tersebut, Soldier pile pada sisi jalan Gubeng mengalami collapse(runtuh) sehingga mengakibatkan sebagian jalan mengalami amblas.

Dalam Kasus amblesnya jalan Gubeng menjadi tanggung jawab pemilik proyek, atau kontraktor yang mengerjakan pekerjaan tersebut.

Perusahaan Asuransi yang menjamin proyek tersebut akan mengambil alih kerugian phisik dan tanggung jawab hukum akibat amblesnya jalan Gubeng tersebut. Sebenarnya kejadian tersebut dapat dicegah apabila Perusahaan asuransi melakukan risk assessment yang baik dengan jalan melakukan Survey Risiko lokasi.

No comments yet.

Leave a Comment

reset all fields